Minggu, 03 Februari 2013

Laporan Ektan struktur penerimaan usaha tani desa BP1 kec.sukaraja Kab.Seluma


BAB I
PENDAHULUAN
1.1.Latar Belakang
Indonesia merupakan negara agraris yang mengutamakan sektor pertanian dalam mewujudkan pembangunan nasional. Pembangunan merupakan suatu usaha untuk melakukan perubahan menjadi lebih baik, dimana usaha tersebut dilakukan secara terus-menerus. Pengembangan pembangunan nasional membutuhkan sumber daya alam berupa lahan pertanian bagi para petani di Indonesia. Lahan pertanian dialokasikan para petani sebagai tempat mata pencaharian untuk meningkatkan pendapatan mereka. Pendapatan rumah tangga petani dijadikan sebagai indikator untuk mengukur tingkat kesejahteraan ekonomi petani. Kesejahteraan ekonomi petani dipengaruhi oleh total pengeluaran rumah tangga dalam kurun waktu tertentu. Pengeluaran rumah tangga petani dengan tingkat kesejahteraan ekonomi rumah tangga memiliki hubungan negatif. Oleh karena itu, jika total pengeluaran petani semakin menurun maka semakin membaik pula kesejahteraan ekonomi rumah tangga.
Pada kenyataannya, pola pengeluaran penduduk di perkotaan dengan dipedesaan menunjukkan pola terbalik. Dipedesaan, pengeluaran para petani cenderung digunakan untuk pangan sedangkan pengeluaran penduduk diperkotaan ke non-pangan.
Sebagian besar penduduk di desa bukit peninjauan I bergantung pada sektor pertanian untuk memenuhi kebutuhan hidupnya dan sebagian lagi mempunyai mata pencarian lain di sektor non-pertanian, seperti kuli bangunan, supir dan lain-lain.Sebagian besar penduduk memanfaatkan lahan mereka untuk ditanami kebun sawit dan karet karena usaha ini dirasa cukup menjanjikan bagi para petani. Alasanya, usaha kelapa sawit dan karet dinilai dapat meningkatkan pendapatan mereka.
1.2.Rumusan Masalah
Bagaimana kondisi pengeluaran, penerimaan dan pendapatan rumah tangga petani di Desa Bukit Peninjauan I baik dari sektor usaha tani maupun non usaha tani.
1.3.Tujuan
o   Mengetahui karakteristik petani
o   Mengetahui struktur pendapatan keluarga petani
o   Mengetahui struktur pengeluaran keluarga petani
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
2.1.Konsep Dan Definisi Rumah Tangga Petani
Pengertian RTP dalam bahasa Inggris dikenal dengan istilah Farm Househould mempunyai pengertian dan karakteristik antara lain adalah satu unit kelembagaan yang setiap saat mengambil keputusan produksi pertanian, konsumsi, curahan kerja dan reproduksi. RTP dapat dipandang sebagai satu kesatuan unit ekonomi, mempunyai tujuan yang ingin dipenuhi dari sejumlah sumberdaya yang dimiliki. Sebagian unit ekonomi, RTP akan memaksimalkan tujuannya dengan keterbatasan sumberdaya yang dimiliki. Pola perilaku RTP dalam aktivitas pertanian, maupun penentuan jenis-jenis komoditas yang diusahakan, dapat bersifat subsisten, semi komersial sampai berorientasi ke pasar atau komersial. (Anonim)
Pada sebagaian besar negara berkembang, termasuk Indonesia, sektor Pertanian mempunyai peranan yang sangat penting bagi pembangunan ekonomi nasional. Aktivitas di sektor pertanian ini sebagian besar dilakukan oleh RTP. Sektor pertanian merupakan sumber mata pencaharian penduduk, penyumbang yang cukup berarti bagi PDB,sumber devisa dari perdagangan internasional dan tersediannya atau kecukupan pangan secara nasional.
Nakajima (1986) memberikan pengertian yang sangat kompleks terhadap RTP, merupakan bagian dari mikroekonomi, khususnya ekonomi pertanian, merupakan kesatuan unit ekonomi yang mengandung karakteristik produksi, tenaa kerja keluarga dan yang disewa, input lain dari keluarga atau dibeli, hasil produksi yang dikonsumsi keluarga dan juga dijual. Nakajima memandang RTP sebagai satu kesatuan uni ekonomi diantara usahatani komersial dan usahatani yang subsisten. (Anonim)

2.2Usaha Tani (Wholefarm)
Usahatani adalah ilmu yang mempelajari tentang cara petani mengelola input atau faktor-faktor produksi dengan efektif, efisien dan kontinu untuk menghasilkan produksi yang tinggi sehingga pendapatan usahataninya meningkat. (Lili, 2012)



Klasifikasi Usahatani
  1. Cara mengusahakan
·               Usahatani perorangan
·               Usahatani koletif
·               Usahatani kooperatif
  1. Sifat dan corak
Sifat dan corak usaha tani dapat dilihat sebagai usahatani subsisten atau usahatani komersial. Usaha tani subsisten merupakan usahatani yang hasil panennya digunakan untuk memenuhi kebutuhan petani atau keluarganya sendiri tanpa melalui peredaran uang, sedangkan usahatani komersial yang merupakan keseluruhan hasil panennya dijual kepasar atau melalui perantara (pengumpul, pedagang besar dan pengecer) maupun langsung ke konsumen.
  1. Pola
            Terdiri dari 3 macam pola, yaitu: Khusus, tidak khusus dan campuran
  1. Tipe
Tipe usaha tani atau usaha pertanian merupakan jenis komoditas pertanian yang akan ditanam atau diusahaan, mis:  usaha tani tanaman pangan. (Lili, 2012)
Pengeluaran Usahatani
Pengeluaran usahatani sama artinya dengan biaya usahatani.  Biaya usaha tani merupakan pengorbanan yang dilakukan oleh produsen (petani, nelayan dan peternak) dalam mengelola usahanya untuk mendapatkan hasil yang maksimal.
Biaya usahatani dapat diklasifikasikan menjadi dua, yaitu biaya tetap (fixed cost) dan biaya tidak tetap (variabel cost) .
  1. Biaya tetap (Fixed cost/FC)
            Biaya yang relatif tetap jumlahnya dan terus menerus dikelaurkan walaupun output yang diperoleh banyak atau sedikit atau biaya yang tidak tergantung secara langsung dengan tingkat produksi dalam jangka pendek.

Mis: Biaya overhead pabrik tetap, dll  
Fc = (Harga input tetap per unit) x jumlah input tetap)
  1. Biaya tidak tetap atau biaya variabel (variabel cost/VC)
            Merupakan biaya yang besar kecilnya dipengaruhi oleh produksi komoditas pertanian yang peroleh atau biaya yang secara tergantung pada tingkat output
Misal:  Biaya bahan baku dan TK langsung.
VC= (Harga input var. per unit) x (jumlah input variabel) (Lili, 2012)

Penerimaan (Revenue)
Penerimaan adalah jumlah uang yang diperoleh dari penjualan sejumlah output atau dengan kata lain merupakan segala pendapatan yang diperoleh oleh perusahaan hasil dari penjualan hasil produksinya. Hasil total penerimaan dapat diperoleh dengan mengalikan jumlah satuan barang yang dijual dengan harga barang yang bersangkutan. (Ferryanto,2011).
TR = Py.Y
Dimana:
            TR       =  Total Revenue
            Py        =  Harga Output perunit (Rp/unit)
     y     =  Jumlah output yang dihasilan (unit)

Pendapatan (Income)à I
Pendapatan adalah hasil dari aktivitas bisnis, seperti pendapatan sewa atau penjualan. (Syifah, 2012).
I = TR – EC




Keuntungan (Profil)
Pengertian laba secara umum adalah selisih dari pendapatan di atas biaya-biayanya dalam jangka waktu (perioda) tertentu. (Anonim, 2008)
Keuntungan
∏ = TR – TC
   = TR – (EC + IC) = TR – (VC + FC)
  1. Analisis RCR (Revenue cost ratio) = TR/TC
  2. Analisis BEP (Break even point)
  3. Analisis proye : NPV, IRR, net BCR
            NPV= Net present value
            IRR =  Internal rate of return
            Net BCR=Net benefit cost ratio (Lili, 2012)
Biaya produksi
Biaya produksi adalah pengorbanan uang yang diperluan dalam menghasilkan produk :
  1. Biaya tetap(FC)àFixed cost
  2. Biaya Variabel (VC)
  3. Biaya total (TC)
Masing-masing biaya tsb dapat dihitung rata-ratanya yaitu tiap jenis biaya tersebut tersebut dibagi dengan jumlah produk yang dihasilkan (Q), yaitu:
ž  Biaya tetap rata-rata/average fixed cost (AFC)
            AFC = TFC/Q
ž  Biaya variabel rata2/average variabel cost (AVC)
            AVC = TVC/Q
ž  Biaya total rata-rata/average total cost (ATC)
            ATC = TC/Q (Lili, 2012)

Biaya marginal/marginal cost (MC)
Adalah perubahan TC yang diaibatkan oleh perubahan satu unit output.
MC = ∆C/∆Q= C2 – C1  = TCn – TCn-1
                          Q2 – Q1                 ∆Q (Lili, 2012)

Penerimaan Usahatani
Penerimaan usahatani adalah perkalian antara produksi yang diperoleh dengan harga jual. Penyataan tersebut dapat dinyataan dalam rumus sbb:
            TR = Y x Py
Dimana:
            TR: Total penerimaan
            Y : Produksi yang diperoleh dalam usahatani
            Py: Harga Y (Lili, 2012)

Pendapatan Usahatani
Pendapatan usaha tani merupakan selisih antara penerimaan dan semua biaya, atau dengan kata lain pendapatan meliputi pendapatan kotor atau penerimaan total dan pendapatan bersih.  Pendapatan kotor/penerimaan total adalah nilai produksi komoditas pertanian secara keseluruhan sebelum dikurangi biaya produksi.  Pendapatan usahatani dapat dirumuskan sbb:
Pd = TR – TC
        TR= Y.Py
        TC= FC + VC
Dimana:


Pd : Pendapatan usahatani
TR :Total Penerimaan (total revenue)
TC :Total biaya (total cost)
FC :Biaya tetap (fixed cost)
VC :Biaya variabel (variabel cost)
Y :Produksi yang diperoleh dalam suatu usahatani
Py :Harga (Lili, 2012)



BAB III
METODOLOGI PRAKTIKUM
Penelitian dilakukan di Desa Bukit Peninjauan 1 dusun 7 kecamatan Suka Raja kabupaten Seluma. Lokasi desa ini cukup jauh dengan jarak tempuh kurang lebih 2 jam perjalanan menggunakan alat transportasi. Masyarakat Desa Bukit Peninjauan 1 khususnya pada dusun 7 hampir seluruh masyarakatnya berasal dari Pulau Jawa, dan bermata pencaharian yang cukup bervariasi, ada yang petani, pekebun dan juga buruh bangunan.
3.1.Metode Penentuan Lokasi
Pada praktikum ektan di Desa Bukit Peninjauan 1 dalam menentukan lokasi penelitian metode yang di ambil adalah metode survey yaitu adanya tim survey yang langsung menuju ke lokasi untuk melihat kondisi lokasi yang akan dipilih. Lokasi yang di pilih yaitu mayoritas penduduk bermata pencarian petani.
3.2.Metode Penentuan Responden
Dalam plaksanaan praktikum penentuan responden sangat penting dalam mendapatkan data sebagai sampel. Dalam penentuan responden metode yang di gunakan adalah secara langsung turun kelapangan atau disengaja untuk menemui responden sebagai narasember dalam penelitian. Metode ini dilakukan agar dapat mempermudah dan mempercepat dalam mendapatkan data yang dibutuhkan.
3.3.Metode Penentuan Pengambilan Data
Dalam praktikum di Desa Bukit Peninjauan 1 dilakukan dengan Metode pengumpulan data yang merupakan unsur yang penting dalam penelitian. Metode yang di gunakan dalam penelitian ini adalah melalui study lapangan, yaitu suatu metode pengumpulan data dengan menggunakan 2 cara yaitu observasi dan wawacara terhadap responden (narasumber). Observasi ini dilakukan untuk memperoleh gambaran tentang pengeluaran dan pendapatan petani, serta untuk melihat tentang kehidupan dan keseharian petani tersebut (narasumber). Untuk Wawancara ini dilakukan dengan menggunakan panduan yang telah disediakan oleh dosen pembina praktikum.
3.4.Metode Penentuan Analisis Data
Penentuan analisis data yang kami lakukan dalam praktikum yaitu Metode kualitatif yaitu metode yang dilakukan sejak sebelum memasuki lapangan, selama di lapangan, dan setelah selesai dilapangan. Dalam hal ini Nasution (1988) menyatakan “ analisis telah di mulai sejak merumuskan dan menjelaskan maslah, sebelum terjun ke lapangan, dan berlangsung terus menerus sampai penulisan hasil penelitian. Namun dalam penelitian kualitatif , analisis data lebih di fokuskan selama proses di lapangan bersamaan dengan pengumpulan data.
3.5.Konsep dan Pengukuran Variabel
Konsep digunakan untuk meng­gambarkan secara abstrak suatu objek.  Melalui konsep ini diharapkan akan dapat menyederhana­kan pemikir­an dengan menggunakan satu istilah.  Seperti yang diungkapkan Nasution (2008:161) yang mengungkapkan bahwa ”Bila seseorang dapat menghadapi benda atau peristiwa sebagai suatu kelompok, golongan, kelas, atau kategori, maka ia telah belajar konsep”.
Konsep yang digunakan dalam penyusunan laporan adalah:
1)      Usahatani adalah ilmu yang mempelajari tentang cara petani mengelola input atau faktor-faktor produksi dengan efektif, efisien dan kontinu untuk menghasilkan produksi yang tinggi sehingga pendapatan usahataninya meningkat
2)      Pengeluaran Usahatani
Pengeluaran usahatani sama artinya dengan biaya usahatani.  Biaya usaha tani merupakan pengorbanan yang dilakukan oleh produsen (petani, nelayan dan peternak) dalam mengelola usahanya untuk mendapatkan hasil yang maksimal.
3)      Penerimaan Usahatani
Penerimaan usahatani adalah perkalian antara produksi yang diperoleh dengan harga jual. Penyataan tersebut dapat dinyataan dalam rumus sbb:
            TR = Y x Py
4)      Pendapatan Usahatani
Pendapatan usaha tani merupakan selisih antara penerimaan dan semua biaya, atau dengan kata lain pendapatan meliputi pendapatan kotor atau penerimaan total dan pendapatan bersih.Pendapatan kotor/penerimaan total adalah nilai produksi komoditas pertanian secara keseluruhan sebelum dikurangi biaya produksi.  Pendapatan usahatani dapat dirumuskan sbb:
Pd = TR – TC
TR= Y.Py  
  TC= FC + VC
Untuk pengukuran variabel ini menggunakan pengukuran dengan skala nominal yang merupakan himpunan yang terdiri dari anggota-anggota yang mempunyai kesamaan tiap anggotanya dan memiliki perbedaan dari anggota himpunan yang lain(sederajat). Seperti jenis kelamin, dibedakan antara laki-laki dan perempuan, pekerjaan dapat dibedakan petani, pegawai, dan pedagang. Suku bangsa dapat dibedakan antara jawa, sunda, batak, ambon.























BAB IV
KEADAAN UMUM LOKASI PRAKTEK LAPANGAN

4.1.Letak Dan Tofografi
            Desa Bukit Peninjauan I terletak di Kecamatan Sukaraja Kabupaten Seluma Provinsi Bengkulu yang memiliki luas wilayah 319,71 hektar.Keadaan tofografi desa ini merupakan daerah yang datar dan berpotensi untuk daerah pertanian dan memiliki struktur tanah yang subur, sumber air untuk kebutuhan pertanian ini berasal dari air hujan.Daerah pertanian yang ada pada desa ini awalnya adalah daerah persawahaan yang kemudian beralih fungsi menjadi perkebunan sawit dan sebagian perkebunan karet.

4.2.Keadaan Tataguna Lahan
            Desa Bukit Peninjauan I banyak memanfaatkan lahannya untuk daerah perkebunan,yaitu perkebunan sawit dan sebagian perkebunan karet.Lahan yang ada pada desa ini sebenarnya sudah mengalami alih fungsi,yang pada awalnya lahan tersebut dimanfaatkan sebagai lahan persawahan sekarang sudah dialih fungsikan menjadi lahan perkebunan.Warga desa ini juga digerakkan pemerintah daerah untuk menanam jenis tanaman holtikultura di daerah pekarangan karena desa ini memiliki pekarangan yang cukup luas di sekitar tempat tinggal mereka dan hal ini sudah berlangsung cukup lama dan terus berlangsung sampai saat ini dan dirasa program ini cukup sukses dilihat dari keadaan di lapangan.Hal ini cukup bermanfaat karena dapat mengurangi tingkat konsumsi rumah tangga mesikpun dalam hal kecil.

4.3.Keadaan Iklim
Iklim adalah rata-rata cuaca dalam periode yang panjang.Keadaan iklim yang terdapat didesa Bukit peninjauan I adalah iklim tropis/panas,dengan ciri iklim tropis adalah panas dan curah hujan tinggi pada bulan-bulan tertentu.

4.4.Keadaan Penduduk
Penduduk menurut pandangan antropologi yaitu manusia sebagai pemangku budaya dalam segala aspek kehidupan (pendekatan holistik). Dalam proses perkembangannya ia melahirkan ciri-ciri yang spesifik yang kemudian berlanjut dengan munculnya pengelompokan-pengelompokan yang disebut pluralittas (plurality). Ciri-ciri spesifik yang dimiliki suatu kelompok penduduk menempatkannya ke dalam ragam budaya tertentu.
Keadaan penduduk yang terdapat didesa Bukit Peninjauan I terdiri dari berbagai macam budaya dan prilaku,akan tetapi mayoritas penduduknya berasal dari daerah pulau Jawa sehingga budayaannya pun budaya jawa,yakni budaya Jawa Tengah,Jawa Barat,Jawa Timur dan Yogyakarta.
1.      Berdasarkan kelompok umur
no
Kelompok umur
Jenis Kelamin
Jumlah
Persentase
Laki-laki
Perempuan
1
0-11 bulan
15
8
23
1,35%
2
1-5 tahun
72
48
120
7,07%
3
6-14 tahun
133
138
271
15,98%
4
15-49 tahun
492
498
990
58,40%
5
50-59 tahun
86
66
152
8,96%
6
>60 tahun
70
69
139
8,20%

jumlah
868
827
1695
100%

Dari data diatas dapat diketahui bahwa penduduk yang sudah berumur >60 tahun ada sekitar 139 orang,penduduk yang berada pada umur > 60 ini terkategori kedalam penduduk non produktif atau penduduk diluar usia kerja,sementara penduduk yang terkategori kedalam usia kerja yaitu sekitar 1.142 orang yaitu dari umur 15-59 tahun.
2.      Berdasarkan Tingkat Pendidikan
Berdasarkan dari data yang terdapat pada profil Desa Bukit Peninjauan I yaitu hampir setengah dari penduduk desa masyarakatnya hanya menempuh jalur pendidikan hanya sebatas pendidikan sekolah dasar saja yaitu sekitar 49,61 %.Bukan hanya bukti dari data profil desa yang dilihat akan tetapi dilihat juga pada saat melakukan survei kepada para responden dilapangan, dari data yang diperoleh kebanyakan responden menjawab bahwa mereka hanya menempuh pendidikan sebatas pendidikan sekolah dasar saja,sementara sebagian kecil ada yang tamatan Sekolah Menengah Pertama dan juga Sekolah Menengah Atas dan ada juga yang tingkat pendidikannya sampai ke Perguruan Tinggi namun hal itu hanya sebagian kecilnya saja.

3.      Berdasarkan Mata Pencaharian
No
Jenis Pekerjaan
jumlah
Persentase
1
Petani
381
22,47%
2
Swasta
321
18,93%
3
PN
18
1,06%
4
Pedagang
48
2,83%
5
IRT
263
15,51%
6
Pelajar
369
21,76%
7
Buruh
154
9,08%
8
Tidak Bekerja
143
8,43%

Jumlah
1695
100%

Dari isi data yang ada pada tabel diatas diketahui bahwa ada beragam jenis mata pencaharian penduduk yang terdapat di desa Bukit Peninjauan I ini yaitu,warga yang bekerja sebagai petani ada 381 orang,swasta 321 orang,Pegawai Negeri 18 orang ,Pedagang 48 orang,buruh 154 orang dan sisanya ada yang berpropesi sebagai ibu rumah tangga,pelajar dan juga dalam keadaan tidak bekerja.

4.      Keadaan Sarana  dan Prasarana
Ada beberapa faktor yang menentukan berkembangnya suatu desa/kelurahan salah satu diantaranya adalah  faktor sarana dan prasarana di daerah tersebut,faktor ini sangat penting untuk kemajuan suatu daerah.Sarana adalah suatu benda/objek yang digunakan untuk mendukung aktifitas masyarakat yang berupa bangunan ataupun berupa benda mekanik ataupun elektronika.Prasarana adalah suatu benda yang menghubungkan antara sarana dengan manusia untuk melakukan aktifitasnya, seperti petani dengan cangkulnya,jalanan untuk mempermudah akses dalam pertanian dan lain sebagianya.Tidak hanya dalam sarana pertanian saja yang dipentingkan akan tetapi sarana pendidikan dan kelembagaan juga dirasa cukup penting untuk menentukan perkembangan suatu daerah.
Berbagai Sarana dan prasarana pemerintah yang tersedia didaerah ini belum begitu banyak tersedia,hal ini berdasarkan kondisi saat berada di lokasi,yang ada hanya ada beberapa saja,yaitu:

No
Jenis sarana
jumlah
1
Masjid
1
2
Mushola
1
3
Sekolah
2
4
Balai Desa
1
5
Posyandu
1
6
Koperasi
1

5.      Keadaan Usaha Tani
Penerimaan petani dari sektor pertanian didapatkan dari penjualan hasil pertanian yaitu dari hasil kebun sawit dan kebun karet yang petani usahakan selama ini.Untuk hasil produksinya dapat dikatakan hasilnya belum begitu memuaskan,rata-rata produksi yang diperoleh petani untuk satu hektarnya yaitu 1 ton untuk produksi sawit sementara 80 kg untuk produksi karet dengan tingkat harga jual yang kadang-kadang mengalami fluktuasi,jika kondisi perkebunannya baik produksi yang didapat petani dapat lebih dari rata-rata yang dihasilkan.Harga normal untuk sawit biasanya Rp.1000 per kilogramnya akan tetapi saat ini sedang mengalami penurunan yang cukup rendah yaitu hanya Rp.700 per kilogramnya.Penurunan harga ini juga tidak hanya dialami oleh petani sawit,kondisi yang sama terjadi pada petani karet,harga karet biasanya mencapai Rp.11.000 akan tetapi saat ini mengalami penurunan yaitu per kilonya hanya Rp.10.000 bahkan ada yang mencapai Rp.8000 per kilogramnya,secara keselurahan hasil produksi yang dihasilkan kebun para petani langsung dijual kepada tengkulak.Jika dilihat dari kondisi pertaniannya terutama didaerah Dusun 7 yang dijadikan lokasi pengamatan dapat dikatakan bahwa kondisi pertaniannya cukup baik.








BAB V
PEMBAHASAN
Indonesia adalah sebuah negara agraris yang sebagian besar penduduknya bermata pencaharian sebagai petani. Pertanian merupakan suatu kegiatan pemanfaatan sumber daya hayati yang dilakukan manusia untuk menghasilkan bahan pangan, bahan baku industri, atau sumber energi, serta untuk mengelola lingkungan hidupnya. Kegiatan pemanfaatan sumber daya hayati yang termasuk dalam pertanian biasa dipahami sebagai budidaya tanaman atau bercocok tanam termasuk juga dalam bidang peternakan. Sejarah Indonesia sejak masa kolonial sampai sekarang tidak dapat dipisahkan dari sektor pertanian dan perkebunan, karena sektor - sektor ini memiliki arti yang sangat penting dalam menentukan pembentukan berbagai realitas ekonomi dan sosial masyarakat di berbagai wilayah Indonesia. Penggerak usaha pertanian adalah manusia.Karena itu kelancaran usaha tani sangat bergantung pada sikap dan prilaku manusia penggeraknya.
Ada banyak subsektor yang terdapat dalam pertanian,yang keseluruhannya harus dapat dipelajari guna membangun usaha tani yang baik,maju dan berkembang,untuk itu juga diperlukan berbagai ilmu yang mencakup permasalan pertanian,misalnya saja biologi dan ekonomi.Dengan adanya ilmu biologi kita dapat mengetahui bagaimana kondisi tanaman yang kita usahakan misalnya,begitu juga dengan ilmu ekonomi,kita dapat mentukan harga jual kita tentang produk yang dihasilkan agar tidak mengalami kerugian dan kita juga dapat mengetahui bagaimana kondisi pasar ,cara pemasarannya dan masih banyak ilmu-ilmu yang harus dipelajari yang berhubungan erat dengan dunia pertanian.

5.1.Karakteristik Responden

1)      Dari hasil penelitian juga mengungkap mengenai usia dari berbagai responden,yaitu:
No
Umur
Jumlah
1
1-5
4
2
6-14
8
3
15-49
18
4
50-59
7
5
>60
7

Dari data dapat disimpulkan bahwa penduduk yang dapat dikategorikan kedalam usia kerja,dan mampu untuk melakukan pekerjaan dalam pertanian adalah 25 orang dalam usia 15-59 tahun.
2)      Berdasarkan Tingkat Pendidikan
Kualitas SDM merupakan salah satu hal yang berpengaruh dalam keberhasilan pembangunan suatu daerah terutama dalam ruang lingkup pertanian,misalnya saja pendidikan dalam lingkungan masyarakat tempat tinggal.Jika tingkat pendidikan masyarakat daerah tersebut rendah,maka masyarakat tersebut akan sulit untuk menerima setiap perubahan yang terjadi karena kurangnya pengetahuan mereka,misalnya saja perubahan dalam teknologi pertanian dan hal ini merupakan salah satu faktor yang menjadi penyebab terhambatnya proses penbangunan suatu daerah,dan dapat diketahui bahwa tingkat pendidikan penduduk desa Bukit Peninjauan I ini hampir setengah persen dari penduduknya hanya menempuh pendidikan sebatas bangku sekolah dasar saja yaitu sebanyak 49,61 % dan dapat dikatakan tingkat pendidikan penduduk didesa ini tergolong cukup rendah.

3)      Keaadaan pengalaman usaha tani
Keadaan pengalaman usaha tani yang didapat oleh para petani mengenai ilmu-ilmu yang berhubungan dalam dunia pertanian mereka dapatkan dari orang-orang yang didatangkan untuk melakukan penyuluhan terhadap pertanian didesa ini seperti dari lembaga penyuluh pertanian dan rata-rata petani yang berada di desa Bukit Peninjauan i ini telah berpuluh tahun melakukan usaha tani. Jadi pengetahuan yang mereka dapat bukan hanya dari penyuluhan namun dari pengalamanlah yang paling kuat dan di mengerti  petani berdasarkan berbagai kondisi yang terjadi di lapangan.
4)      Keadaan tanggungan petani
Keadaan tanggungan petani merupakan semua orang yang tinggal didalam rumah petani tersebut,baik ibu,bapak,nenek,keke,anak,cucu dan lainnya,semuanya itu merupakan tanggungan bagi petani tersebut.
5)      Keadaan pekerjaan diluar usaha tani
Penduduk desa Bukit Peninjauan I tidak semua penduduknya bermatapencaharian sebagai petani,ada bagian dari mereka yang bekerja diluar dari sektor pertanian misalnya ada yang menjadi kuli bangunan dan ada juga yang menjadi pedagang kecil.hal tersebut dilakukan mereka unutk menunjang kondisi perekonomian dalam rumah tangganya,dan jika mereka hanya mengandalkan dari produksi pertanian dirasa belumcukup untuk memenuhi kebutuhan rumah tangganya.

5.2.Pola Penguasaan Lahan
Petani-petani yang berada didesa Bukit peninjauan I berdasarkan dari hasil wawancara yang telah dilakukan pada saat survei dilapangan bahwa para petani sangat baik dalam menguasai lahan pertanian.Lahan pertanian yang ada didesa ini adalah lahan perkebunan sehingga tidak perlu perawatan yang terlalu intensif terhadap lahan tersebut ditambah lagi dengan kondisi tanaman yang sudah tumbuh besar,petani hanya perlu untuk memangkas rumput-rumput yang berada di bawah tanaman agar tidak mengganggu tanaman tersebut.Hal ini terus dilakukan petani sehingga lahan perkebunan mereka terkelola dengan baik.

5.3.Potensi Ekonomi Rumah Tangga Responden
1.      Penghasilan RT
Desa bukit peninjauan 1 dalam memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari memiliki penghasilan rt yang beragam, mulai dari sektor pertanian hingga di luar sektor pertanian.

1.1.Disektor Pertanian
Para petani Desa Bukit Peninjauan 1 khususnya dusun 7 dalam penghasilan rt disektor pertanian berupa perkebunan sawit, karet dan ada juga perternakan. Namun dari penghasilan ini tidak sepenuhnya dapat memenuhi kebutuhan sehari-hari sehingga para petani ada yang bekerja di luar sektor pertanian.

1.2. Diluar Sektor Pertanian
Penghasilan RT Desa Bukit Peninjauan 1 khususnya dusun 7 selain dari sektor pertanian juga ada yang di luar sektor pertanian seperti kulibangunan, pedagang, pns, dan bengkel. Dari penghasilan ini lah mampu untuk membantu kebutuhan hidup masyarkat/para petani.


2.      Pengeluaran Rumah Tangga Responden
Pengeluaran rumah tangga petani adalah total keseluruhan biaya yang dikeluarkan oleh para petani untuk mencukupi kebutuhan rumah tangga mereka. Pengeluaran rumah tangga petani terbagi menjadi beberapa jenis yaitu pengeluaran di sektor pertanian dan sektor non pertania.

2.1  Pengeluaran Untuk Sektor Pertanian
Pengeluaran sektor pertanian adalah pengeluaran seluruh jumlah  biaya  yang dikeluarkan untuk kegiatan pertanian  mulai dari biaya bibit, pupuk, pestisida, saprotan (alat pertanian), dan upah orang yang bekerja dalam kegiatan pertanian tersebut mulai dari pengolahan lahan sampai ke penjualan. Dari hasil wawancara yang kami lakukakn di desa Bukit Peninjauan I biaya pengeluaran untuk alat pertanian yang mereka lakukan adalah berkisar antara Rp.425.00 hingga Rp.715.000 mereka mendapatkan alat pertanian rata-rata bersumber dari toko pertanian ataupun dari pasar. Pengeluaran untuk biaya pupuk baik biaya pupuk organik (kandang) maupun biaya pupuk kimia seperti KCL, NPK, UREA, dll berkisar antara Rp.200.000 hingga Rp.500.000. Pengeluaran untuk biaya bibit pada saat ingin mulai melakukan kegiatan usaha tani untuk bibit sawit yang berkualitas bagus berkisar antara Rp.5000/batang dan kapasitas lahan yang memiliki luas 1 Ha membutuhkan 120 bibit, sedangkan untuk bibit karet yang memiliki kualitas bagus harganya berkisar Rp.2.500/batang dan untuk luas lahan 1 Ha membutuhkan 400 buah bibit. Selain itu, biaya yang dikeluarkan oleh para petani adalah biaya tenaga kerja yang upah nya dibedakan antara wanita dan pria namun jam kerjanya sama yaitu 8 jam kerja mulai dari jam 8 sampai jam 4, ini karena tenaga wanita dianggap lebih rendah sehingga upah kerja wanita Rp.35.000/hari dan untuk pria Rp.50.000/hari. Dan dari hasil wawancara yang kami lakukan para petani tidak terlalu sering mengeluarkan biaya untuk mengupah orang karena rata-rata mereka melakukan sendiri kegiatan pertanian di lahan mereka, hanya saja bagi petani sawit jika melakukan pengupahan saat melakukan pemanenan yang upah nya Rp.100.000/Ha untuk satu kali pemanenan, dan biasanya pemanenan dilakukan dua kali dalam satu bulan. Dan rata-rata pengeluaran petani berkisar antara Rp.400.000 hingga Rp.600.000.

2.2  Pengeluaran Untuk Sektor Non Pertanian
Pengeluaran para petani yang kami wawancarai adalah pengeluaran modal untuk membuka usaha untuk mendapatkan pendapatan di luar usahatani, karena hanya mengandalkan pendapatan dari pertanian tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Usaha yang di buat seperti berternak dan ada juga yang membuka warung. Selain itu pengeluaran petani di desa Bukit Peninjauan I ialah pengeluaran untuk pendidikan anak-anak mereka yang berkisar antara Rp.200.000 hingga Rp.500.000 per bulan.  Serta pengeluaran  yang dikeluarkan untuk memenuhi kebutuhan keluarga petani yang berkisar antara Rp.400.000 hingga Rp.1.000.000 per bulan . Pengeluaran rumah tangga masyarakat desa Bukit Peninjauan I dapat dikelompokkan menjadi pengeluaran untuk pangan dan pengeluaran non pangan. Pengeluaran pangan terdiri atas beras, lauk-pauk dan sayur, bumbu-bumbuan, gula/kopi/teh, buah, susu, rokok/tembakau dan makanan jadi.  Pengeluaran non pangan terdiri dari pengeluaran untuk penerangan, bahan bakar, air bersih, kebutuhan kebersihan diri, pendidikan, pakaian, kesehatan, transportasi, perbaikan rumah, dan kegiatan sosial.

2.3  Total Pengeluaran keluarga Petani
            Total pengeluaran  keluarga petani adalah jumlah keseluruhan biaya – biaya yang di keluarkan dalam keluarga petani tersebut. Total pengeluara keluarga petani dibagi atas dua yaitu total pengeluaran keluarga petani untuk pertanian ( usaha tani ) dan total pengeluaran untuk usaha non pertanian termasuk untuk memenuhi kebutuhan keluarga petani tersebut. Jumlah keseluruhan biaya yang dikeluarkan untuk usaha tani mulai dari bibit, pupuk, alsintan, dan upah / gaji para pekerjan. Total pengeluaran untuk non pertanian yaitu jumlah keseluruhan dari usaha warung, peternakan (usaha sampingan) baik berupa barang maupun jasa serta seluruh biaya yang di keluarkan dari pemenuhan kebutuhan keluarga petani seperti beras, lauk pauk, sayuran (pangan) dan non pangan seperti bensin, baju, biaya sekolah, kopi, gula dan lain – lain. Dan total pengeluaran keluarga petani di desa Bukit Peninjauan I berkisar antara Rp.500.000 hingga Rp.1.220.000 per bulan.

3.      Pendapatan Rumah Tangga Responden
Pendapatan keluarga petani adalah dihitung dari pendapatan bersihnya yaitu jumlah pendapatan dari usaha tani dikurangi dengan semua biaya-biaya yang dikeluarkan untuk usaha pertaniannya kecuali input dalam keluarga misalnya tenaga kerja keluarga dan modal pribadi. Atau dengan kata lain pendapatan adalah selisih antara penerimaan yang diperoleh petani dengan biaya produksi yang harus dikeluarkan oleh petani.Sumber pendapatan petani dapat dibagi menjadi dua bagian yaitu pendapatan dari sektor pertanian dan dari sektor non pertanian.

3.1  Disektor Pertanian
Pendapatan dari sektor pertanian didapat dari hasil pendapatan perkebunan (sawit dan karet) dan sebagian dari peternakan (peternak ayam),namun dari segi peternakan tidak terlalu dapat diperhitungkan kerena skalanya masih sangat kecil.

3.2  Disektor non pertanian
Pendapatan dari sektor non pertaniann,pendapatannya didapat dari perdagangan,kulibangunan,supir,PNS dan bengkel,yang hasil pendapatannya digunakan sebagai penunjang perekonomian rumahtangga petani.
Dari hasil penelitian menunjukan bahwa sektor pertanian tidak seluruhnya dijadikan masyarakat sebagai sumber utama pendapatan mereka,hal ini karena produksi yang dihasilkan tidak dapat ditaksirkan jumlah produksinya dan juga proses pemanenan dilakukan dalam jangka waktu tertentu sementara petani harus membiayai rumah tangga setiap harinya.
3.3  Total Pendapatan Rumah Tangga
Total pendapatan rumah tangga didapat dari pendapatan yang berasal dari sektor pertanian dan sektor non pertanian yamg keseluruhannya digunakan untuk pemenuhan kebutuhan rumah petani.

5.4.Faktor-Faktor Pendukung Kegiatan Pertanian Didesa Praktikum
Kelembagaan memiliki peran yang sangat penting untuk medukung keberhasilan suatu usaha dalam pertanian. Tercapainya keberhasilan pengembangan pembangunan pertanian berkaitan erat dengan peran kelembagaan sebagai pendukungnya.

a.       Keadaan Sosial Ekonomi
Keadaan sosial penduduk desa BP I adalah mayoritas penduduknya berasal dari pulau jawa,penduduknya terbilang cukup ramah dan juga bersikap terbuka terhadap orang yang datang kedesa mereka dan hal ini dilihat dari kondisi saat dilapangan.Sementara keadaan ekonomi desa ini termasuk kedalam kelas rendah dan menengah,jenis pekerjaan penduduknya heterogen tapi mayoritas sebagi petani,namun pertanian tidak dijadikan seluruh penduduk sebagai sumber utama perekonomian rumah tangganya.

b.      Sarana dan Prasarana penunjang
Sarana dan prasarana didesa ini dapat dikatakan belum begitu banyak tersedia,sarana yang telah ada seperti balai desa,sekolah,mushola,masjid,puskesmas,dan koperasi.Sarana dan prasarana ini sanagt dibutuhkan untuk menunjang keberhasilan pembangunan daerah.

c.       Koperasi
Koperasi merupakan salah satu jenis lembaga keuangan yang dibentuk oleh beberapa orang yang bertanggung jawab terhadap lembaga tersebut.Di Desa Bukit Peninjauan I terdapat sebuah koperasi desa yang belum begitu lama didirikan.Akan tetapi nampaknya koperasi ini belum begitu maju didesa ini dan keikutsertaan masyarakat terhadap koperasi terbilang rendah,hal ini terbukti saat dilapangan karena banyak warga masyarakat yang menyatakan bahwa mereka tidak ikut serta dalam koperasi,alasan yang diungkapkan diantaranya tidak ada biaya pemasukan.
d.      Kelompok tani
Kelompok tani sangat perlu diberdayakan karena bermanfaat bagi kemajuan petani. Tercapainya keberhasilan pelaksanaan pembangunan pertanian di perdesaan, salah satunya bila dilakukan sosialisasi melalui kelompok tani.Keberadaan kelompok tani sangat membantu para petani,karena melalui kelompok tani para petani dapat mennyampaikan permasalahan-permasalahan yang terdapat dalam pertaniannya yang kemudian didiskusikan bersama kelompok untuk penyelesaiannya.Kelompok tani ini merupakan salah satu bentuk kerjasama,tempat berbagi pengalaman dan lain sebagainya.

e.       Penyuluhan Pertanian
Penyuluhan pertanian merupakan salah satu lembaga dalam pertanian,yang berfungsi untuk membantu para petani,penyuluh juga berfungsi untuk menyampaikan informasi-informasi yang terkait kedalam pertanian.Penyuluhan pertanian sudah beberapa dilakukan didesa Bukit peninjauan I ini,penyuluhan yang disampaikan berkaitan dengan pertanian yang terdapat didesa tersebut.Melalui penyuluhan ini masyarakat dapat langsung menanyakan hal-hal yang menjadi permasalahan pertaniannya.
f.       Kegiatan gotong royong
Kegiatan gotong royong tidak terlalu sering dilakukan didesa Bukit peninjauan I pada akhir-akhir ini,hal ini jauh berbeda dengan beberapa tahun yang lalu,informasi ini didapat dari beberapa pernyataan responden saat dilapangan. Kegiatan gotong-royong yang biasanya dilakukan hanya ketika ada tamu yang akan berkunjung ke Desa Bukit peninjauan I dan bahkan biasanya kegiatan ini hanya diserahkan kepada orang tertentu yang kamudian diberi imbalan,warga hanya diminta pungutan biayanya saja.

























BAB VI
PENUTUP
Kesimpulan
*      Desa bukit Peninjauan I merupakan desa yang pendapatan perekonomiannya didapat dari dua sektor yaitu dari sektor pertanian dan non pertanian.
*      Tingkat pendidikan yang terdapat didesa Bukit Peninjauan I hampir setengah persennya hanya menempuh pendidikan sebatas bangku sekolah dasar.
*      Sarana dan Prasarana pemerintah belum begitu banyak tersedia didesa ini terutama lembaga keuangannya.
*      Lahan pertanian dedesa Bukit peninjauan I banyak digunakan sebagai lahan perkebunan yaitu perkebunan sawit dan karet.
*      Keadaan  tanggungan keluarga petani merupakan semua orang yang tinggal di rumah petani tersebut.orang orang yang tinggal dirumah petani istri,anak,keponakan,kakek,nenek dan lain – lain siapa saja yang bertempat tinggal dirumah tersebut.

*      Pendapatan dan penerimaan keluarga petani
·         Pendapatan merupakan semua penerimaan baik dari usahatani maupun diluar usahatani di kurang dengan semua pengelura dari keluarga petani baik untuk usahatani maupun untuk luar usahatani dan pengeluaran untuk memenuhi kebutuhan hidup.Hasil pengurangan inilah yang dinamakan pendapatan.
·         Penerimaan keluarga petani semua masukan dari hasil usahatani maupun dari usaha sampingan yang dilakukan petani.
*      Pengluaran keluarga petani merupakan keseluruhan jumlah biaya – biaya yang di keluarkan untuk usahatani maupun untuk usaha sampingan (luar usahatani) serta keseluruhan biaya yang ditimbulka karena untuk memenuhi kehidupan dan agar berlansungnya hidup.





DAFTAR PUSTAKA

Anonim. 2011.
Diakses pada tanggal 16 Januari 2013.
Ferryanto,2011. Pengertian-Penerimaan-Jenis-Jenis
Di akses pada tanggal 10 Januari 2013.
Diakses pada tanggal 16 Januari 2013.
Winarti Lili. 2012. Usaha tani serta pendapatan dan pengeluaran rumah tangga petani.
Erlangga. Jakarta.


0 Komentar:

Posting Komentar

Berlangganan Posting Komentar [Atom]

<< Beranda